Oleh : Humas JIH 6 - January - 2012 18 Komentar
Pertanyaan:
assalamu’alaikum..dok, saya mahasiswi umur 20 tahun, belum menikah. saya belum pernah menjalani pengobatan pada alat reproduksi, juga tidak ada riwayat alergi.  yg ingin saya tanyakan, begini dok, semenjak saya sma, sering ada bintil di daerah kewanitaan saya, tepatnya di daerah labia mayora, bintil tsb seperti bisul, berwarna merah dan berisi cairan seperti nanah. bisul trsbt kadang mengecil, dan kadang isinya mengering dan dapat dikeluarkan.  bagaimana ya dok cara mengatasinya, dan cara agar bisul tidak muncul lagi..terimakasih dok..
Jawaban :
Wa’alaikum salaam wr. wb
Mbak Annisa, tentu meresahkan sekali dengan bisul yang hilang timbul tersebut ya.  Apalagi letaknya di daerah yang sangat pribadi.
Area labia mayora struktur jaringannya adalah menyerupai jaringan kulit.  Ada kelenjar lemak, kelenjar keringat, dan kelenjar akar rambut.  Dan problema yang timbul juga menyerupai problem jaringan kulti pada umumnya. Salah satu di antaranya adalah bisul atau jerawat.  Coba amati, adakah keterkaitan antara tumbuhnya bisul tersebut dengan siklus haid, mengingat bisul tersebut hilang timbul.
Untuk mencegah infeksi pada bisul tersebut, kebersihan dan kelembaban harus ekstra diperhatikan.  Usahakan daerah genitalia selalu kering. Sesuai dengan sunnah Rasulullah, maka rambut di area tersebut harus dipendekkan secara rutin, 40 hari sekali.  Meskipun keberadaan rambut tersebut adalah untuk menyaring kuman dan menjaga kelembaban, namun bila berlebihan dapat mengakibatkan yang sebaliknya.  Perlu diperhatikan pada saat melakukan pembersihan, jangan sampai melukai kulit.  Luka sekecil apa pun, terkadang tidak terasa atau tidak terlihat, dapat menjadi jalan masuk kuman penyebab infeksi. Selain itu pergunakan pakaian dalam yang longgar,tidak ketat dant erbuat dari bahan yang menyerap keringat.
Rutinlah berolahraga agar berat badan terkendali.  Jangan mengonsumsi makanan yang berkadar lemak tinggi.
Bila bisul tersebut menunjukkan tanda-tanda infeksi (nyeri, panas, bernanah, bengkak), dianjurkan berkonsultasi dengan dokter.
Semoga bisulnya tidak muncul-muncul lagi, ya.
Wassalaamu’alaikum wr. wb
dr. Prita Kusumaningsih, SpOG


18 Komentar selama ini.

  1. roza says:

    Assalamu ‘alaikum wr.wb.

    dok, saya wanita berusia 27 tahun, belum menikah. Begini dok, 2 hari yang lalu katika buang air kecil saya kaget meraba adanya benjolan di labia mayora sebelah kanan bawah, sebelah lubang vagina. Benjolannya agak besar (bukan seperti bisul) tapi tidak sakit, tidak merah dan sejauh ini tidak menganggu aktivitas. saya merasa khawatir dengan benjolan itu. Apa sebenarnya benjolan itu dokter? jika ingin periksa sebaiknya ke bagian apa? tks _wassalam_

    • Humas JIH says:

      Wa’alaikum salaam wr. wb
      Membaca deskripsi lokasi benjolan, yaitu di labia mayora di sebelah liang vagina maka kemungkinannya adalah sebuah kista dari kelenjar Bartholini. Kelenjar tersebut bermuara di tempat yang disebutkan itu. Terkadang karena proses infeksi yang berulang bisa menimbulkan pembesaran dan akhirnya menjadi kista. Infeksi akut bisa menyebabkan abses (bisul) yang sangat nyeri. Adapun kista, bisa tenang namun bisa pula terserang infeksi akut.
      Sebaiknya segera diperiksakan ke dokter kandungan. Apabila kistanya cukup besar bisa dilakukan tindakan pengangkatan kista melalui operasi kecil. Tidak perlu khawatir karena operasi tersebut Insya Allah tidak akan mengenai selaput dara.
      Wassalamu’alaikum wr. wb

  2. Dwie says:

    Assalammualaikum dok,.
    Begini hampir 3 minggu kemarin daerah selangkangan saya gatal” tapi skrang sdah tidak, namun muncul benjolan di labium mayor, awalnya benjolan trsebut bulat besar, setelah bbrpa hari kempes dan memipih, benjolanx dari dalam,. App berbahaya dok? Haruskah sya periksakan?

    • Humas JIH says:

      waalaikumsalam ibu,
      ya sangat mungkin ibu menderita bartolinitis, tapi mungkin bukan berupa abses bartolin, hanya kista bartilin. karena biasanya klo abses gejalanya sangat nyeri bahkan sampai demam, dan daerahsekitar menjadi sangat kemerahan. kista bartolin terjadi krn terjadisumbatan pada kel bartolin, apabila tdp infeksi dapat menyebabkan bartolinitis/abses bartolin.
      terapinya tergNtung pada keadaan peradangan. Apabila tidak meradang/inf dapatdilakukan hanya observasi smbl mencegah tjd inf dgn cara mencaga higiene, smp melakukan marsupialisasi atau ekstirpasi.
      Namun apabila sudah tjd abses harus dilakukan eksisi utk mengeluarkan nanah smbl diberikan antibiotik, setelah infeksi mereda dpt dilakukan marsupialisasi

      Waslm..

  3. Rinrin says:

    dok, saya berusia 20th, sy belum menikah dan tidak pernah melakukan hubungan intim
    saya ada benjolan di sekitar bibir ‘v’, dan itu pecah.
    1 bulan dari situ, sy cukur rambut kemaluan saya, tapi benjolan seperti bisul tsb ada llagi di bibir ‘v’ sebelahnya, ketika benjolannya pecah, kemudian benjolan sama pun ada lagi di daerah rambut bagian atas. apa yang harus saya lakukan dok?
    apakah benjolan tsb ada hubungan nya dengan pencukuran rambut kemaluan?
    mohon informasinya dok
    terimakasih :D

    • Humas JIH says:

      Jawab:
      Mbak Ririn yang baik. Adanya benjolan-benjolan yang pecah ini adalah semacam bisul. Penyebabnya adalah infeksi. Karena Mbak Rinrin belum menikah maka infeksi ini dapat terjadi karena faktor kebersihan. Pencukuran rambut kemaluan bisa jadi merupakan salah satu jalan masuknya kuman melalui kulit yang terluka sehingga terjadi infeksi. Jadi, untuk mencegah terjadinya infeksi sebaiknya jaga kebersihan area genitalia salah satunya dengan cara menggunakan alat cukur yang bersih. Pencukuran rambut kemaluan akan lebih baik menggunakan gunting bukan pisau cukur agar kulit tidak terluka. Nah, untuk masalah yang saat ini Mbak Ririn alami sebaiknya diperiksakan ke dokter spesialis kandungan atau pesialis kulit kelamin agar dapat diberikan terapi yang tepat.
      Semoga membantu ?
      dr. Erni Nurrahmi S.P, SpOG

  4. adeliya says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Saya seorang wanita berusia 22 tahun. Begini dok 2 hari yang lalu ketika saya buang air kecil saya kaget sat saya ingin mencucinya, karna saya merasa ada benjolan di labia mayora sebelah kanan bawah, samping lobang vagina.berjalannya gak besar dan gak kecil tapi apabila di sentuh benjolan tersebut sakit. Dan warna nya sama dengan warna kulit.
    Saya merasa takut dan khawatir dok dengan adanya benjolan tersebut.
    Apakah itu berbahaya dok ???
    Apakah ada obatnya tanpa harus di operasi dok ???
    Mohon pembinaannya dok…..

    • Humas JIH says:

      Jawab:
      Wassalaamu’alaikum Warohmatulloohi wabarokaatuh
      Ibu Adeliya, benjolan di labia mayora sebelah bawah kemungkinan adalah suatu kista bartholin. Kista ini timbul akibat sumbatan pada saluran kelenjar bartholin. Sumbatannya sendiri dapat terjadi akibat infeksi. Jika dibiarkan biasanya kista bisa terinfeksi dan menjadi abses (berisi nanah), oleh karena itu sebaiknya dilakukan penanganan sebelumnya yaitu dengan membuat salurannya menjadi terbuka dengan tindakan operasi kecil. Selain itu, untuk mencegah berulangnya masalah tersebut tentunya ibu harus menghindari penyebabnya.
      Sebaiknya ibu memeriksakan diri agar dapat ditentukan dengan pasti masalah yang ibu alami sehingga dapat ditangani dengan tepat.
      Semoga penjelasan saya dapat membantu ibu. Terima kasih.
      Wassalaamu’alaikum Warohmatulloohi wabarokaatuh
      dr. Erni Nurrahmi S. P., SpOG

  5. ermy says:

    saya seorg ibu rumah tangga berusia 33 thn,,,di vagina saya yg bagian dalam muncul bisulan yg terasa panas dan perih,,menyebabkab badan saya panas juga dok,,dalam waktu 2 hari ada tumbuh lagi di dekat saluran kencing saya dok,,saya sudah minum antibiotik dan mencuci vagina saya dengan rebusan air daun sirih,,ohya…tidak ada rasa gatal tapi ada cairan kuning dan seperti darah yg trus keluar,,baux sih biasa z tidak menyengat gitu dok…saya takut dok bisulx makin banyak..saya harus periksa ke dokter kandungan atau dokter kulit dan kelamin dok ?

    • Humas JIH says:

      Jawab :
      Ibu Ermy yang baik, keluhan yang ibu utarakan tampaknya akibat infeksi pada organ kelamin luar. Untuk menentukan penanganan yang tepat tentunya harus dilakukan pemeriksaan karena kemungkinan infeksinya dapat disebabkan oleh kuman ataupun virus yang jenis obatnya pun berbeda. Untuk itu ibu dapat memeriksakan diri ke dokter kandungan ataupun dokter kulit dan kelamin segera agar infeksinya menyebar ke organ reproduksi bagian dalam.
      Mudah-mudahan uraian saya dapat membantu ibu.
      Terima kasih.
      dr. Erni Nurrahmi S. P., SpOG

  6. soraya says:

    dok, saya berusia 20thn, dan blum pernah melakukan hubungan seksual. sekitar seminggu yang lalu, ada kayak bentuk cincin diameter sekitar 2cm yang muncul di bagian labia mayora, dan itu gatal. beberapa hari kemudian, muncul bisul, makin hari makin banyak, dan bisul itu juga gatal. trus bisul itu tengah2 nya kayak masuk kdalam.
    itu kenapa yah dok?
    berbahaya gak dok?
    sbelumnya terima kasih dok..

    • Humas JIH says:

      Jawaban :
      Assalaamu’alaikum wr. Wb
      Mbak Soraya yang sedang resah, adanya bisul berbentuk seperti cincin (bagian tengahnya masuk ke dalam) dan makin lama makin banyak, mengindikasikan anda harus segera ke dokter. Bisa ke dokter kandungan, bisa juga ke dokter spesialis kulit dan kelamin.
      Selama saya tidak memeriksa kondisi bisul-bisul tersebut secara langsung, akan sulit untuk menegakkan diagnosanya. Kemungkinan hal ini berkaitan dengan infeksi yang disebabkan oleh virus.
      Demikian mbak Soraya, semoga saat membaca jawaban ini permasalahan anda sudah teratasi.
      Wassalaamu’alaikum wr. wb

      dr. Prita Kusumaningsih, SpOG

  7. Nia says:

    Saya umur 25thn,single,skrg saya mengalami ada benjolan besar ,perih,dan nyut2an dilabia mayora kiri,ini pernah jg saya alami waktu saya mash sma,
    saya mau nanya gmn cara mengatasinya agar ga kambuh lagi,
    saya ada alergi makanan sep.telor,dan jg alergi debu apakah ada hubungannya..
    Thanxx….

    • Humas JIH says:

      Jawaban:
      Mbak Nia, keluhan yang anda alami cukup sering ditemukan pada wanita. Benjolan di labia mayora yang nyeri dapat akibat infeksi atau trauma. Jika tidak ada riwayat trauma (seperti terbentur atau luka), maka kemungkinan penyebabnya adalah infeksi. Organ yang terkena infeksi di daerah labia mayora bisa kulit, kelenjar keringat, atau jika letaknya di labia minora mungkin kelenjar Bartholin. Untuk mencegahnya tentu saja dengan cara menjaga kebersihan diri. Cara-cara yang dapat dilakukan di antaranya dengan menggunakan air yang pasti bersih untuk membersihkan diri setelah BAK/BAB, arah cebok dari depan ke belakang, dan gunakan pakaian dalam yang menyerap keringat dan kering (jangan sampai lembab). Untuk alergi belum tentu berhubungan dengan keluhan yang anda alami, namun sebaiknya hindarilah hal-hal yang sudah jelas menjadi allergen bagi tubuh anda. Semoga bermanfaat, terima kasih.
      dr. Erni Nurrahmi S. P., SpOG

  8. Dian says:

    Dok nama saya dian dan saya masih duduk di bangku sma. Blm prnh mlalukan hbngn intim. Dan tdk pernah menjalani pengobatan apapun. Dok, di daerah vagina saya di daerah bibirnya tepatnya kerap kali muncul benjolan sprti jerawat (seperti terdapat cairannya). Namun ukurannya terkadang lebih besar dr jerawat. Terasa perih dan gatal. Namun biasanya hilang ketika mau haid. Tp stlh haid kerap muncul kembali. Bisa tolong dikelaskan dok, ini kenapa ya? Saya agak khawatir hehe. Dan bagaimana solusinya? Terima kasih dok

    • Humas JIH says:

      Jawaban:
      Salam kenal Dian. Benjolan seperti jerawat di bibir kemaluan bisa jadi akibat infeksi di kulit, untuk memastikannya sebaiknya diperiksakan saat keluhan itu muncul. Namun, pada umumnya infeksi dapat dihindari dengan menjaga kebersihan yaitu dengan menggunakan air bersih untuk cebok, menjaga genitalia tetap kering, dan gunakan pakaian dalam yang bersih dan menyerap keringat. Selain itu, hindari timbulnya luka di daerah genitalia, misalnya akibat pencukuran/pencabutan rambut kemaluan, caranya adalah dengan menggunakan alat yang bersih dan selalu bersihkan sesudah dilakukan pencukuran/pencabutan rambut tersebut. Jika dengan cara-cara tersebut masih timbul keluhan, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Semoga membantu.
      dr. Erni Nurrahmi S. P., SpOG

  9. bella says:

    hallo , dok saya bella usia saya 18 tahun .
    di atas bagian vagina saya tumbuh seperti bisul berwarna merah dan seperti ada nanah di dalam bisul tersebut .
    kira” kenapa ya dok dan bagi mana cara pengobatannya ????
    saya takut

    • Humas JIH says:

      Jawaban:
      Salam kenal Mbak Bella. Adanya benjolan berupa bisul disebabkan oleh infeksi. Jika bisul ini terdapat di area genitalia bagian luar (yang tertutup kulit) maka kemungkinan memang akibat infeksi pada kulit di area genitalia. Munculnya keluhan seperti ini biasanya diawali oleh adanya luka yang bisa jadi luka kecil (seperti akibat garukan atau akibat pencukuran rambut kemaluan) yang terinfeksi. Oleh karena itu jagalah kebersihan genitalia dengan membersihkannya dengan air bersih dan menjaganya tetap kering. Untuk menangani keluhan seperti ini tentunya harus mendapatkan pengobatan dengan antibiotik dan bila bisulnya cukup besar mungkin perlu dilakukan tindakan untuk mengeluarkan nanahnya. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat sebaiknya periksakan diri Mbak Bella ke dokter. Insya Allah dokter-dokter di RSIA JIH juga dapat membantu Mbak Bella. Terima kasih.
      dr. Erni Nurrahmi S. P., SpOG


RSIA Al-Fauzan Jakarta Islamic Hospital bekerjasama dengan Bulan Sabit Merah Indonesia mengadakan pelatihan Kegawatdaruratan dan Ambulans pada Hari Sabtu, 6 Desember 2013 Jam 08.00 WIB untuk paramedis dan dokter serta relawan Bulan Sabit Merah Indonesia. Pelatihan ini akan dipandu oleh Dr. dr. Basuki Supartono, SpOT, MARS.