854
Oleh : Humas JIH 25 - February - 2012 8 Komentar

Pertanyaan:
Aslkm dok,
saya udh telat 1 minggu, dan 2x tespack positif, akhir2 ini, perut saya terasa tegang, kembung, dan sebelah kanan perut nyeri, kenapa ya?

Ny. D.F.

Jawaban :

Assalaamu’alaikum wr. wb
Pertama kali saya ucapkan selamat dan barakallah atas anugerah kehamilan yang didambakan ini.
Untuk langkah pertama, bisa mengunjungi dokter kebidanan agar dipastikan bahwa memang telah terjadi kehamilan dan kehamilan tersebut adalah kehamilan di dalam rahim (tampak kantung kehamilan di dalam rahim).
Ibu Diana, memang kehamilan muda yang membawa begitu banyak perubahan hormonal bisa menimbulkan berbagai macam ‘rasa’.  Contohnya, seperti yang ibu rasakan sekarang, yaitu kembung, tegang di perut, nyeri perut, dsb.  Semuanya masih dalam batas kewajaran kalau intensitasnya tidak hebat dan dirasakan hanya kadang kala saja
Untuk meringankan gejala, hindarilah mengangkat barang-barang berat, dan meminimalkan naik turun tangga.  Bila memungkinkan, mohon untuk sementara tidak melakukan sanggama dulu. Sementara itu, di bagian perut yang nyeri boleh digosok obat luar.  Tapi sama sekali tidak boleh melakukan pijat atau urut perut dengan dalih apa pun!
Namun apabila rasa nyeri dirasakan terus menerus tanpa jeda, rasa nyeri disertai keluar darah dari vagina, atau rasa nyeri disertai demam/ tidak enak badan, mohon ibu segera berkonsultasi kepada dokter.
Terimakasih atas kunjungan ke laman ini.

Wassalaamu’alaikum wr. wb


404

8 Komentar selama ini.

  1. Indriani says:

    Dear,
    dr.Prita Kusumaningsih, SpOG

    Assalamu’alaikum wr wb

    Saya pernah mengalami keguguran pd bulan Oktober’11, saat itu saya dikuret dlm umur kehamilan menginjak 9 minggu. Dulu pertama kali saya tespek hasilnya terdapat 2 garis tp garis yg satunya(garis positif) terlihat samar.
    Saya priksa kedokter kandungan dan dinyatakan positif dan saya diberi obat penguat kandungan karna saat itu saya sempat flek.

    Sekarang setelah 4 bln saya tespek lagi dengan hasil tespek terdapat 2 garis dan garis positifnya tdk nyata kembali. Saya dpt rekomendasi dari teman untuk priksa ke dr.Prita diJIH tp saya harus menunggu 4 hr kedepan utk bertemu dr.Prita.

    Karna saya tdk sabar menunggu tgl 25 Februari’12 saya kedokter kandungan dekat dari rmh. Saat itu saya langsung diUSG transvaginal, saya sangat kaget karna dokter bilang belum ada apa2 dirahim saya dan tespek yg saya lakukan dia bilang blm tentu positif. Walaupun haid trakhir saya tgl 16 Januari’12 tp mnurut dokter itu kmungkinan kl saya hamil usianya br skitar 1 atau 2 minggu dan jika dlm wktu 2 minggu saya blm haid saya disarankan kembali kesana utk USG lagi.

    Saya masih trauma dengan kejadian 4 bln silam, saya mohon saran dari dr.Prita untuk masalah saya.

    Terima kasih,
    Indriani

    • Humas JIH says:

      Wa’alaikumussalam wr.wb
      Bu Indriani yth,
      Pertama kali ijinkan saya mohon maaf atas keterlambatan menjawab pertanyaan ibu. Dikarenakan masalah teknis, pertanyaan tidak terunggah sehingga tidak diketahui oleh admin laman. Saya berharap permasalahan bu Indri sudah teratasi, dan Allah SWTsudah memberikan ganti yang lebih baik kepada ibu. Meskipun demikian saya tetap akan menjawab pertanyaan ini karena boleh jadi permasalahan yang serupa, dialami pula oleh orang lain.
      Pada saat haid seseorang tidak datang pada tanggal yang diharapkan, dan kemudian mendapati test kehamilannya positif, maka pada saat itu kehamilannya telah berusia 2 pekan. Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) bu Indri adalah 16 Januari, dan test kehamilan menunjukkan positif. Saat tanggal 25 Februari dilakukan pemeriksaan USG transvaginal, usia kehamilannyasudah sekitar 3 pekan. Pada usia tersebut gambaran yang didapatkan melalui USG transvaginal bisa berupa gambaran kantung gestasi dengan diameter kurang dari 10 mm, atau tak tampak gambaran kantung gestasi namun terdapat pembesaran ukuran rahim dan didapatkan penebalan lapisan endometrium yang dikenal dengan nama desidualisasi. Untuk mengonfirmasi usia kehamilan, bisa dilakukan pemeriksaan USG ulang pada 2 pekan kemudian. Kalau kehamilan berjalan dengan baik, pada pemeriksaan ulangan akan terlihat perkembangan yang sangat signifikan, yaitu kantung kehamilan membesar, dan di dalamnya tampak mudigah. Terkadang sudah bisa dideteksi pula aktivitas jantung pada mudigah tersebut. Nah, semoga kabar baiklah yang diterima oleh bu Indri.
      Namun adakalanya, beberapa kali saya jumpai, seseorang dengan haid terlambat, dan mengaku sudah melakukan test kehamilan dengan hasil positif, namun pada pemeriksaan USG tidak ada tanda-tanda kehamilan satu pun. Untuk itu, perlu dilakukan test kehamilan ulangan. Biasaya, test ulang akan menunjukkan nilai negatif. Bagaimana bisa? Tentu bisa, karena test kehamilan pada prisipnya adalah suatu reaksi kimia, untuk mendeteksi adanya hormon BHCG yang diproduksi oleh sel- sel trofoblast. Waktu pemeriksaan yang dianjrkan adalah pagi hari, dengan asumsi, air seni jumlahnya cukup banyak dan agak pekat. Waktu pembacaan hasil (positif atau negatifnya) adalah 5 menit setelah mencelupkan stik ke dalam air seni. Kurang dari 5 menit hasilnya belum akurat, namun sebaliknya bila dibaca terlalu lama bisa memberikan hasil yang rancu,yaitu hasil yang semula negatif (garis 1) bisa berubah menjadi poistif (garis 2).
      Kira-kira yang mana yang dialami oleh mbak Indri? Kalau harapan saya, semoga setelah ulangan USG 2 pekan kemudian, sudah nampak gambaran kantung kehamilan serta mudigah yang ditunggu-tunggu.(nin)
      Wassalaamu’alaikum wr. wb

      dr. Prita Kusumaningsih, SpOG

  2. susan says:

    assalamu’alaikum wr. wb

    Dokter Prita,saya ingin bertanya..
    apakah mengadakan perjalanan darat dengan jarak tempuh kurang lebih 5-6 jam beresiko bagi ibu hamil yang usia kandungannya sudah menginjak 38 minggu?
    apakah sebaiknya yang harus diperhatikan atau dipersiapkan oleh ibu hamil untuk menghindari resiko yang mungkin ada dalam perjalanan tersebut?

    terima kasih banyak, dok

    • Humas JIH says:

      Wa’alaikum salaam wr. wb
      Terimakasih atas pertanyaan ibu Susan, semoga jawaban saya ini belum terlambat.
      Mengadakan perjalanan darat dalam waktu lama (5-6 jam) memang agak riskan untuk hamil usia cukup bulan seperti ibu. Karenanya, mohon perjalanan ini direncanakan dengan sebaik-baiknya, meliputi :

      1. Apa tujuan perjalanan ini?
      2. Apa moda transportasi yang digunakan?
      3. Menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi?
      4. Apa kota tujuannya dan bagaimana kondisi jalan yang dilalui?

      Penjelasannya begini.
      1. Kalau tujuannya hanya untuk wisata atau mengunjungi kerabat, maka sebaiknya ditunda. Kalau tujuannya untuk bersalin di kota tujuan dengan harpan bisa didampingi oleh orang tua, maka masih bisa diterima.

      2. Perjalanan darat bisa ditempuh dengan mobil pribadi, bus antar kota, atau kereta api. Yang tidak dianjurkan adalah perjalanan dengam sepeda motor. Semoga saja tidak, ya bu. Kalau perjalanan dengan kereta api, maka tidak bisa berhenti di sembarang tempat dan sembarang waktu. Lain halnya dengan mobil pribadi atau bus umum. Ini yang perlu dipertimbangkan untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diharapkan.

      3. Kota tujuan, apakah ada tempat bersalin dengan sarana dan petugas yang memadai? Bial berada di sebuah kecamatan kecil, bagaimana akses untuk menuju ke sarana kesehatan?

      Nah, itulah hal-hal yang perlu dipertimbangan dan dipikirkan dengan baik sebelum bepergian. Selanjutnya, tentang kehamilan ibu sendiri, ada juga hal-hal yang harus dipersiapkan. Di antaranya :

      1. Mengingat usia kehamilan yang sudah cukup bulan, dimana persalinan bisa saja terjadi setiap saat, maka sebaiknya menjelang berangkat kehamilan tersebut diperiksa secara menyeluruh, termasuk di antaranya periksa dalam. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan persalinan di perjalanan.

      2. Bila ini bukan kehamilan pertama, bagaimana riwayat persalinan sebelumnya? Berlangsung cepat atau lambat? Karena hal tersebut bisa berulang. Demikian juga kecepatan kemajuan persalinan antara kehamilan pertama dengan berikutnya bisa berbeda. Umumnya, semakin banyak jumlah persalinan terdahulu, akan semakin cepat proses persalinan sekarang.

      Demikian bu Susan, semoga perjalannya menyenangkan dan dimudahkan Allah SWT.

      Wassalaamu’alaikum wr. wb

  3. dewi says:

    Ass dok,nama saya dewi.saat ini sy sedang hamil muda(8w),pada hour jumat (tgl 6 april ini)sy n keluarga ada rencana mw melakukan perjalanan jauh (magelang-bekasi)menggunakan mobil pribadi.kira2 aman g buat kandungan sy dok?
    Terimakasih,wasalamualaikum wr wb

    • Humas JIH says:

      Jawab:
      Wa’alaikumsalam warohmatullaahi wabarokaatuh.
      Ibu Dewi, perjalanan jauh saat kehamilan pada dasarnya boleh dilakukan asalkan tidak terdapat kondisi yang mengharuskan ibu untuk beristirahat total. Beberapa kondisi yang saat kehamilan yang sebaiknya menghindari perjalanan jauh di antaranya adanya perdarahan pada kehamilan tersebut atau pada kehamilan sebelumnya, riwayat keguguran, hiperemesis (mual muntah berlebihan), atau kondisi medis lainnya. Jika hal-hal tersebut tidak ibu alami maka insya Allah masih cukup aman. Usahakan untuk duduk senyaman mungkin, gunakan sabuk pengaman, berhentilah untuk berjalan-jalan jika dirasa lelah, siapkan obat-obatan yang diperlukan, serta carilah informasi tempat-tempat pelayanan kesehatan yang tersedia di sepanjang perjalanan jika terdapat keluhan selama perjalanan.
      Wassalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh.

      dr. Erni,SpOG

  4. Dian says:

    Assalamualaikum wr,wb
    Salam kenal dok,
    Saya saat ini alamdulillah sedang hamil usia 6minggu lebih ini kehamilan anak saya ke3.
    Dan saat ini sejak hari minggu, minggu yg lalu sampai hari ini saya keluar darah meskipun beberapa hari ini darah yang keluar lumayan berkurang.dan dokter saya memeriksa dan diliat servik saya masih tertutup. Apakah kemungkinan bayi saya dapat dipertahankan??

    • Humas JIH says:

      Jawaban:
      Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wa barokaatuh
      Salam kenal kembali Bu Dian.
      Perdarahan pada kehamilan muda dapat disebabkan oleh ancaman keguguran. Akan tetapi, pada 20% kehamilan dapat terjadi perdarahan yang tidak diikuti dengan keguguran. Pada kasus ibu jika serviks masih tertutup dan perdarahan sudah berkurang, selama perkembangan janin dalam kondisi yang baik, (dapat diketahui melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG)), maka insya Allah masih mungkin kehamilannya dipertahankan. Jadi, tetap dikontrol perkembangannya ya bu.
      Terima kasih
      dr. Erni Nurrahmi S.P, SpOG


Jadwal Dokter Spesialis : Spesialis Orthopaedi – Selasa dan Jum'at Pukul : 19.00 – 21.00 Sabtu dengan perjanjian, Spesialis Kebidanan dan Kandungan – Senin s/d Sabtu, Spesialis Anak – Rabu dan Sabtu, Spesialis Penyakit Dalam – Selasa dan Kamis Pukul : 17.00 – 19.00, Spesialis Bedah Ongkologi – Dengan Perjanjian, Dokter Gigi - Senin s/d Sabtu, I G D  |  Fasiltas dan Pelayanan di RSU Al-Fauzan (Jakarta Islamic Hospital) :  Spesialis Penyembuhan Luka Diabetes - Hotline 0812 8015 1503, Poli Umum, Poli Gigi, Poli Spesialis : Spesialis Kebidanan dan Kandungan (dengan dokter perempuan), Jadwal Poli Laktasi: Senin 11.00 s.d 12.00, Rabu 12.00 s.d 13.00, dan Sabtu 11.00 s.d 12.00, Spesialis Anak, Spesialis Bedah Tulang, Bedah Umum dan Spesialis Penyakit Dalam, Rawat Inap, Persalinan 24 Jam, Apotik 24 Jam, Laboratorium 24 Jam, Radiologi, Senam Hamil. Pelayanan unggulan RSU Al-Fauzan (Jakarta Islamic Hospital) : Pelayanan USG 4 Dimensi dengan harga terjangkau hanya dengan Rp. 300.000,- , Program Inseminasi Intra Uterin   Rp. 3.500.000,-, Khitan Smart Klamp Rp. 1.100.000,- ( bonus Celana sunat), pelayanan perawatan luka, USG OTOT, SENDI, TULANG dan SARAF, Alat-alat Orthopedi, MCU... Info Lebih Lanjut hubungi kami di (021) 8402821.