Jakarta, Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, menunggu hadirnya buah hati dapat menjadi perjalanan yang penuh harapan. Namun, ketika kehamilan belum juga terjadi, tidak sedikit pasangan yang mulai bertanya, “Apakah sudah waktunya berkonsultasi dengan dokter?”
Belum terjadinya kehamilan tidak selalu berarti terdapat masalah kesuburan. Kehamilan dipengaruhi oleh banyak faktor dan melibatkan kondisi kesehatan istri maupun suami. Karena itu, mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berkonsultasi dapat membantu pasangan memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Kapan Sebaiknya Mulai Berkonsultasi?
Secara umum, pasangan dianjurkan berkonsultasi untuk evaluasi kesuburan apabila:
1. Usia perempuan di bawah 35 tahun
Konsultasi dianjurkan apabila kehamilan belum terjadi setelah 12 bulan melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi.
2. Usia perempuan 35 tahun atau lebih
Evaluasi sebaiknya dilakukan lebih awal, yaitu apabila belum terjadi kehamilan setelah 6 bulan mencoba secara teratur tanpa kontrasepsi.
3. Usia perempuan di atas 40 tahun
Pasangan sebaiknya tidak menunda konsultasi. Evaluasi kesuburan dapat dilakukan lebih dini karena kesuburan perempuan secara alami mengalami penurunan seiring bertambahnya usia.
Tidak Harus Menunggu 6–12 Bulan
Pada kondisi tertentu, pasangan dianjurkan berkonsultasi lebih awal tanpa harus menunggu batas waktu tersebut. Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan antara lain:
- Siklus menstruasi tidak teratur atau tidak menstruasi.
- Nyeri menstruasi yang berat atau terdapat dugaan endometriosis.
- Memiliki riwayat gangguan pada rahim, ovarium, atau saluran telur.
- Pernah mengalami infeksi atau operasi pada organ reproduksi.
- Mengalami keguguran berulang.
- Memiliki penyakit atau sedang menjalani pengobatan yang dapat memengaruhi kesuburan.
- Terdapat gangguan fungsi seksual.
- Suami memiliki riwayat gangguan pada testis, operasi, infeksi, atau kondisi lain yang dapat memengaruhi kualitas sperma.
Konsultasi lebih awal juga dapat dilakukan apabila pasangan merasa khawatir mengenai kesehatan reproduksi atau ingin mempersiapkan program kehamilan dengan lebih baik.
Pemeriksaan Kesuburan Bukan Hanya untuk Istri
Kesuburan merupakan kondisi yang melibatkan kedua pasangan. Oleh karena itu, apabila kehamilan belum terjadi, pemeriksaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada perempuan.
Pada perempuan, dokter dapat melakukan wawancara mengenai siklus menstruasi, riwayat kehamilan, penyakit terdahulu, serta pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi. Evaluasi dapat mencakup penilaian ovulasi, kondisi rahim dan ovarium, serta saluran telur.
Pada laki-laki, evaluasi dapat meliputi riwayat kesehatan dan reproduksi, pemeriksaan fisik, serta analisis sperma apabila diperlukan.
Jenis pemeriksaan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasangan. Tidak semua pasangan membutuhkan seluruh pemeriksaan sekaligus.
Apa yang Bisa Dipersiapkan Sebelum Konsultasi?
Sebelum datang ke dokter, pasangan dapat mempersiapkan informasi mengenai siklus menstruasi, sudah berapa lama merencanakan kehamilan, frekuensi hubungan seksual, riwayat kehamilan atau keguguran sebelumnya, penyakit yang pernah atau sedang dialami, obat dan suplemen yang dikonsumsi, serta riwayat operasi atau pengobatan tertentu.
Informasi tersebut dapat membantu dokter menentukan langkah evaluasi yang sesuai.
Persiapan Kehamilan Juga Dimulai dari Pola Hidup Sehat
Selain pemeriksaan medis, pasangan yang merencanakan kehamilan dianjurkan menjaga pola hidup sehat. Pertahankan berat badan yang sehat, konsumsi makanan bergizi seimbang, lakukan aktivitas fisik secara teratur, hindari rokok dan alkohol, serta cukup beristirahat.
Perempuan yang sedang merencanakan kehamilan juga umumnya dianjurkan mengonsumsi asam folat 400 mikrogram per hari, dimulai sebelum kehamilan, kecuali dokter menganjurkan dosis berbeda karena kondisi tertentu.
Jangan Menunggu Terlalu Lama untuk Mencari Informasi yang Tepat
Belum hamil bukan berarti pasangan pasti mengalami infertilitas. Namun, evaluasi pada waktu yang tepat dapat membantu mengetahui apakah terdapat faktor yang memengaruhi peluang kehamilan dan menentukan langkah selanjutnya.
Pasangan juga tidak perlu menunggu sampai muncul masalah untuk berkonsultasi. Konsultasi prakonsepsi dapat dilakukan sejak mulai merencanakan kehamilan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan, obat yang digunakan, riwayat penyakit, status imunisasi, kebutuhan nutrisi, dan faktor lain yang dapat memengaruhi kehamilan.
Konsultasikan Kesehatan Reproduksi Anda di RS Al Fauzan
Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan atau memiliki pertanyaan mengenai kesehatan reproduksi, konsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (OBGYN) dapat menjadi langkah awal untuk memperoleh informasi dan evaluasi sesuai kondisi masing-masing.
2 total views, 2 views today
Recent Comments