505 total views,  1 views today

Pertanyaan:
Bismillah. Assalamu’alaykum, maaf Dokter Prita , saya saat ini mengandung sudah 38 minggu lebih. Nilai Hb saya adalah 8,9. Apakah saya bisa melahirkan secara normal, begitu juga janin dalam kandungan saya tidak akan bermasalah? terima kasih atas jawabannya.

Ny. ZW

Jawaban :

Assalaamu’alaikum wr. wb
Ibu Zhulian yang sedang menanti kelahiran,
Kadar hemoglobin (Hb) ibu yang menunjuk angka 8,9 gr% memang mengindikasikan anemia (kurang darah).  Sebagaimana diketahui, batas normal kadar Hb untuk ibu hamil trimester 3 adalah sebesar 10,5 gr%.  Jadi cukup jauh juga kadar Hb ibu dengan normalnya, ya.
Pada kehamilan, memang terjadi pengenceran darah.  Sehingga pada umumnya kadar Hb memang mengalami sedikit penurunan.  Bila kadar Hb sebelum hamil normal (di atas 12 gr% untuk wanita), maka pengenceran tersebut tidak terlalu berdampak.  Lain halnya bila sebelum hamil sudah anemia, maka saat hamil akan bertambah anemianya. Di Indonesia, penyebab anemia terbanyak di kalangan ibu hamil adalah karena kekurangan zat besi.  Di samping itu terdapat juga anemia disebabkan oleh faktor penyakit lain, namun prosentasenya sangat kecil.
Karenanya, untuk mengatasi anemia pada ibu hamil umumnya dengan mengonsumsi tablet zat besi (tablet tambah darah)dan makan sayuran berwarna disertai dengan protein hewani.  Namun peningkatan Hb melalui makanan ini memakan waktu cukup lama. Dan harus dipertimbangkan juga zat besi yang rusak sewaktu proses pemasakan dan penyerapannya di usus yang bisa saja terganggu.  Cara yang kedua adalah dengan infus zat besi.  Infus ini bisa meningkatkan kadar hemoglobin yang lebih cepat dibandingkan lewat makanan, namun tetap perlu waktu 2 pekan- 1 bulan.  Cara yang ketiga adalah transfusi.  Inilah cara tercepat dalam meningkatkan Hb.  Tentunya dokter yang melakukan pemeriksaan kehamilan nanti akan merekomendasikannya untuk ibu.
Untuk persalinannya, Insya Allah kalau tidak ada penyebab lain selain anemia, tetap bisa normal.  Namun perlu diperhatikan juga komplikasi persalinan pada ibu anemia, misalnya : persalinan lama,dan perdarahan pasca persalinan.  Bayi juga bisa mengalami anemia juga seperti ibunya, atau mengalami pertumbuhan janin terhambat terutama bila anemianya kronis dan berat.  Untuk itu, pastikan bahwa temapt bersalin ibu nantinya ada fasilitas pertolongan dasar apabila terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan (misalnya, perdarahan pasca persalinan) dan lebih aman lagi apabila suami sudah menyiapkan darah atau keluarga sebagai calon pendonor apabila suatu waktu dibutuhkan.
Terakhir yang tidak kalah penting adalah mencegah terulangnya anemia ini pada kehamilan berikutnya.  Pastikan ibu makan makanan bergizi seimbang dan bervariasi.  Tetap konsumsilah tablet zat besi sampai tercapai kadar Hb yang normal.  Bekerjasamalah dengan suami untuk mengatur jarak antar kehamilan, sehingga ibu sudah dalam keadaan sehat wala’fiat sebelum mulai hamil kembali.
Demikian, bu. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan

Wassalaamu’alaikum wr. wb