102 total views,  1 views today

(Jakarta) Sebagai rasa syukur telah menangani kelahiran bayi yang ke 1500, direksi dan karyawan RSIA Al-Fauzan (JIH) memberikan kejutan berupa hadiah menarik kepada pasien bersalin. Bayi laki-laki yang lahir dengan berat badan 3,5 kg, tinggi badan 48 cm dilahirkan dengan selamat pada Senin, 7 April 2014 jam 14.45 dan ditangani oleh Dr. Prita Kusumaningsih, SpOG dan dibantu para bidan.

Keberhasilan RS JIH yang sudah memberikan pertolongan pasien melahirkan bayi yang ke 1.500 merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi yang tinggi dari seluruh elemen baik dari karyawan, tenaga medis hingga jajaran direksi. Angka kelahiran bayi di rumah sakit yang tergolong masih baru di kawasan Pasar-Rebo dan Kramat Jati merupakan prestasi tersendiri dan buah dari kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.

Menurut Direktur RS JIH Dr. Prita Kusumaningsih, SpOG, kelahiran pasien yang melahirkan yang sudah menembus angka 1500 karena besarnya kepercayaan para pasien terhadap kinerja operasional rumah sakit. Kepercayaan dari pasien tidak lepas dari semakin membaiknya pelayanan rumah sakit sejak pasien dilayani dari front office hingga pasien kembali ke rumah.

Sementara itu, Ibu Rundiyanti dan Bpk Abdur Rohim sebagai orang tua dari bayi, tidak henti-hentinya mengucapkan terima sangat bergembira atas hadiah yang diberikan yang diberikan langsung oleh Dr. Prita. “Saya tidak menyangka akan diberikan kejutan berupa hadiah ini. Mungkin ini merupakan rizki yang diberikan oleh Allah SWT kepada saya. Semoga hadiah ini menjadi pembuka rizki dari berbagai kerbekahan rizki yang akan didapat untuk anak saya,” harap Rundiyanti saat menerima hadiah.

Dr. Prita K, SpOG memberikan hadiah kepada pasien Ibu Rundiyanti usai persalinan.

Dr. Prita K, SpOG memberikan hadiah kepada pasien Ibu Rundiyanti usai persalinan.

Menurut informasi dari petugas medis RS JIH, bayi yang lahir dari pasangan Ibu Rundiyanti dan Bpk Abdur Rohim merupakan anak ketiga. Sedangkan anak pertama dan kedua tidak bisa diselamatkan karena mengalami keguguran. “Setelah pengalaman anak yang kedua yang tidak diselamtkan, akhirnya saya rutin berkonsultasi setiap bulannya dengan dokter obsgyn di RS JIH agar bisa memantau perkembangan bayi selama di kandungan. Dengan izin Allah SWT, anak kami bisa lahir ke dunia dengan selamat,” ujar Rundiyanti sambil menggendong buah hatinya dengan sumringah. []