781 total views,  3 views today

Pertanyaan:
assalamu’alaikum..dok, saya mahasiswi umur 20 tahun, belum menikah. saya belum pernah menjalani pengobatan pada alat reproduksi, juga tidak ada riwayat alergi.  yg ingin saya tanyakan, begini dok, semenjak saya sma, sering ada bintil di daerah kewanitaan saya, tepatnya di daerah labia mayora, bintil tsb seperti bisul, berwarna merah dan berisi cairan seperti nanah. bisul trsbt kadang mengecil, dan kadang isinya mengering dan dapat dikeluarkan.  bagaimana ya dok cara mengatasinya, dan cara agar bisul tidak muncul lagi..terimakasih dok..
Jawaban :
Wa’alaikum salaam wr. wb
Mbak Annisa, tentu meresahkan sekali dengan bisul yang hilang timbul tersebut ya.  Apalagi letaknya di daerah yang sangat pribadi.
Area labia mayora struktur jaringannya adalah menyerupai jaringan kulit.  Ada kelenjar lemak, kelenjar keringat, dan kelenjar akar rambut.  Dan problema yang timbul juga menyerupai problem jaringan kulti pada umumnya. Salah satu di antaranya adalah bisul atau jerawat.  Coba amati, adakah keterkaitan antara tumbuhnya bisul tersebut dengan siklus haid, mengingat bisul tersebut hilang timbul.
Untuk mencegah infeksi pada bisul tersebut, kebersihan dan kelembaban harus ekstra diperhatikan.  Usahakan daerah genitalia selalu kering. Sesuai dengan sunnah Rasulullah, maka rambut di area tersebut harus dipendekkan secara rutin, 40 hari sekali.  Meskipun keberadaan rambut tersebut adalah untuk menyaring kuman dan menjaga kelembaban, namun bila berlebihan dapat mengakibatkan yang sebaliknya.  Perlu diperhatikan pada saat melakukan pembersihan, jangan sampai melukai kulit.  Luka sekecil apa pun, terkadang tidak terasa atau tidak terlihat, dapat menjadi jalan masuk kuman penyebab infeksi. Selain itu pergunakan pakaian dalam yang longgar,tidak ketat dant erbuat dari bahan yang menyerap keringat.
Rutinlah berolahraga agar berat badan terkendali.  Jangan mengonsumsi makanan yang berkadar lemak tinggi.
Bila bisul tersebut menunjukkan tanda-tanda infeksi (nyeri, panas, bernanah, bengkak), dianjurkan berkonsultasi dengan dokter.
Semoga bisulnya tidak muncul-muncul lagi, ya.
Wassalaamu’alaikum wr. wb
dr. Prita Kusumaningsih, SpOG