63 total views,  1 views today

Kurang Darah vs Tekanan Darah Rendah

Gejalanya mungkin mirip, yaitu 4L (letih, lemah, lesu, lelah), tapi antara kurang darah (anemia) dan tekanan darah rendah (hipotensi) sungguh berbeda. Kurang darah merupakan istilah yang menggambarkan rendahnya kadar haemoglobin di dalam darah. Sedangkan (tekanan) darah rendah menggambarkan tekanan darah yang di bawah normal, yaitu kurang dari 110-120/70-80 mmHg. Ada dua angka parameter pada tekanan darah, yaitu sistolik dan diastolik. Sistolik menggambarkan kekuatan otot jantung memompa darah ke seluruh tubuh sedangkan diastolik menggambarkan kekuatan/elastisitas dinding pembuluh darah tepi.
Dibandingkan dengan anemia, hipotensi relatif tidak terlalu berbahaya. Karena itu, pembahasan dalam tulisan ini lebih dititikberatkan pada anemia.

Seseorang dikatakan anemia apabila kadar hemoglobinnya rendah. Untuk wanita standar normalnya adalah 12 – 14 gr%. Angka ini didapatkan setelah sedikit darah kita diambil dan diperiksa di laboratorium. Fungsi hemoglobin adalah mengangkut oksigen untuk didistribusikan ke seluruh tubuh. Kalau kadar hemoglobin rendah otomatis oksigen yang diangkut juga sedikit. Akibatnya, tubuhpun terserang gejala 4L seperti yang saya sebutkan di awal tulisan.

Ibu hamil termasuk salah satu golongan yang sangat rentan untuk mengalami anemia. Pasalnya, pada kehamilan terjadi peningkatan volume plasma yang mengakibatkan pengenceran darah. Karena itu, standar hemoglobin pada ibu hamil pun mengalami ‘penyesuaian’, yaitu menjadi 11 gram% pada trimester 1 dan 3, dan 10,5% pada trimester 2. Kalau sebelum hamil sudah terjadi anemia ringan, maka saat hamil kondisi tersebut dapat bertambah berat.

Kekurangan hemoglobin, terapinya adalah meningkatkan asupan zat besi. Hal ini karena bahan pembentuk hemoglobin adalah zat besi (Fe). Maka, penyandang anemia dianjurkan mengonsumsi zat besi. Bisa berupa makanan yang kaya kandungan zat besi maupun yang dikemas dalam bentuk tablet. Namun, memasak dan memakan makanan kaya zat besi ternyata ada kiat-kiatnya. Demikian juga bila kita mengonsumsi suplemen zat besi, ada hal-hal yang harus diperhatikan agar penyerapan di saluran pencernaan bisa optimal.
(bersambung)

http://drprita.multiply.com/reviews