132 total views,  1 views today

Pemeriksaan Skrining Narkoba

dr. Dian Eka Putri, Sp.PK

Pemeriksaan narkoba pada urine bertujuan mendeteksi obat atau metabolitnya yang menunjukkan pemakaian obat yang diresepkan atau substansi illegal dalam waktu belum lama sebelumnya. Tujuan pemeriksaan narkoba pada urine dapat bertujuan untuk skrining pemakaian maupun monitoring penatalaksanaan terapi. Beberapa spesimen biologis dapat digunakan untuk kepentingan ini, tetapi urine merupakan pilihan karena dapat diperiksa 1-3 hari sesudah pemakaian dan pengambilan spesimennya yang tidak invasive dan dapat diambil dalam jumlah cukup banyak.

Sangat penting untuk memastikan bahwa specimen yang diambil merupakan specimen yang baik, tidak ditukar maupun dimanipulasi. Kesalahan memberikan hasil dapat berdampak besar pada orang yang diperiksa. Interpretasi hasil harus dilakukan dengan berhati-hati karena dapat terjadi positif maupun negative palsu dan terjadi reaksi silang dengan obat-obat lain yang dikonsumsi.

Panel pemeriksaan narkoba tergantung jenis narkoba yang banyak digunakan, tetapi biasanya meliputi 5 macam obat yaitu amfetamin, kanabinoid, kokain, opiat dan PCP. Obat lain yang sering disalahgunakan seperti benzodiazepin sering pula diperiksakan.

Pemeriksaan narkoba seringkali dibagi menjadi pemeriksaan skrining dan konfirmatori. Pemeriksaan skrining merupakan pemeriksaan awal pada obat pada golongan yang besar atau metobolitnya dengan hasil presumptif positif atau negatif. Secara umum pemeriksaan skrining merupakan pemeriksaan yang cepat, sensitif, tidak mahal dengan tingkat presisi dan akurasi yang masih dapat diterima, walaupun kurang spesifik dan dapat menyebabkan hasil positif palsu karena terjadinya reaksi silang dengan substansi lain dengan struktur kimia yang mirip.Pada pemeriksaan skrining, metode yang sering digunakan adalah immunoassay dengan prinsip pemeriksaan adalah reaksi antigen dan antibodi secara kompetisi. Pemeriksaan skrining dapat dilakukan di luar laboratorium dengan metode onsite strip test maupun di dalam laboratorium dengan metode ELISA (enzyme linked immunosorbent assay).

Sumber: Indrati AR, 2015. Pemeriksaan Laboratorium Klinik Narkoba :Urinary Drugs Test” . Bandung