60 total views,  2 views today

Jakarta, Demam tifoid atau yang biasa disebut tifus adalah penyakit yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Tifus dapat menular dengan ceoat dan menyerang sistem pencernaan di dalam tubuh. Faktanya, siapa pundapat terinfeksi bakteri penyebab tifus ini, terutama bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Hal ini membuat anak-anak mudah terserang tifus.

Infeksi bakteri ini dapat menyebar melaluli kontak oral, atau melalui air dan makanan yang sudah terkontaminas. Untuk itu, tidak mengerankan jika sanitasi yang buruk menjadi faktor risiko terbesar penularan tifus. Selama ini, gejala paling umum yang kita kenal mungkin hanya demam tinggi. Padahal, ada banyak gejala lainnya yang bisa kamu waspadai. Berikut ulasannya.

 

Gejala Tifus yang Perlu Diketahui

Gejala umum yang terjadi saat mengidap tifus adalah demam tinggi. Demam ini terjadi dalam minggu pertama dan dapat bertahan sampai 48 jam. Namun, ada beberapa gejala lain yang juga dapat terjadi, di antaranya:

  • Sakit kepala;
  • Nyeri perut atau terjadi kram perut;
  • Mual dan muntah
  • Tubuh terasa lemah dan kelelahan;
  • Diare atau sembelit;
  • Kehilangan selera makan;
  • Beberapa orang akan mengalami ruam yang rata

Bakteri penyebab tifus mudah menyerang ketika kamu mengkonsumsi makanan yang kotor dan daya tahan tubuhnya rendah. Ketika bakteri menyerang usus dan masuk ke dalam peredaran darah, maka gejala-gejala di atas akan mudah terjadi sehingga terjadinya tifoid.

Tifus yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi serius dan berpotensi fatal. Jadi, penting untuk mengunjungi dokter ketika sudah mengalami gejala tifus.

 

Tifus disebabkan oleh bakteri, maka satu-satunya pengobatan yang bisa dilakukan adalah menggunakan antibiotik. Antibiotik yang umumnya digunakan untuk mengobati tifus, contohnya doxycycline, chloramphenicol, dan ciprofloxacin. Pola hidup yang sehat dan bersih juga harus diterapkan untuk mengembalikan kesehatan setelah terserang tifus.

Namun sebelum mengonsumsi antibiotik di atas kamu iharus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu terkait dosis dan keamanannya. Kamu juga bisa membicarakan tentang pengobatan tifus terbaik dengan dokter di RSU Al-Fauzan.

 

Langkah Pencegahan Tifus

Ada tiga metode yang paling efektif untuk mencegah tifus, yaitu rutin mencuci tangan dengan sabun dan air setelah menggunakan kamar mandi dan sebelum makan atau menyiapkan makanan. Kedua, penyediaan air yang bersih untuk aktivitas sehari-hari. Ketiga, Sanitasi lingkungan yang memadai dan harus kamu jaga keamanannya.

Hal ini dapat mencegah kontaminasi bakteri penyebab tifus dan tentunya menjaga tubuh kamu agar tetap sehat serta terhinda dari gangguan kesehatan.

 

Referensi:

WHO. Diakses pada 2020. Typhus fever (Epidemic louse-borne typhus)
Healthline. Diakses pada 2020. Typhus
National Institute for Communicable Diseases. Diakses pada 2020. Typhoid caused by Salmonelia Typhi