56 total views,  2 views today

Seberapa perlukah pemberian vaksinasi pada anak?

Dr. Lia Rhodia, Sp.A

 

Dalam pengambilan keputusan apapun, kita selalu harus mempertimbangkan antara sisi kelebihan dan kekurangan yang mendasari. Tidak ada tindakan atau keputusan apapun yang 100% pasti baik, selalu ada sisi negatif/kurang yang dapat ditimbulkan. Memahami  hal   ini maka dasar pertimbangannya adalah lebih besarnya kemanfaatan yang dapat diambil dibandingkan hal sebaliknya. Selain itu juga berarti menyadari bahwa selalu ada celah kemungkinan hal negatif yang terjadi dari semua keputusan yang diambil, dan hakikatnya bisa diartikan agar kita selalu melekatkan permohonan pada Tuhan di persentase kemungkinan hal negatif yang dapat ditimbulkan. Meskipun demikian, kemungkinan ini tetap diupayakan pencegahannya, diantisipasi sedini mungkin, dan memberikan tata laksana terbaik apabila terjadi.

 

Demikian pula halnya dengan vaksinasi pada anak yang pada kali ini akan kita kupas lagi. Banyak pembahasan pro kontra mengenai vaksinasi khususnya pada anak, yang apabila menilik rangkaian sejarah awal mulanya merupakan bagian dari kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan yang patut kita syukuri. Vaksinasi terbukti berdasarkan data dunia, dapat mencegah kematian 2-3 juta orang setiap tahunnya. Vaksinasi, dari berbagai macam penelitian dari berbagai negara terbukti dapat memberikan upaya pencegahan terjadinya penyakit, meningkatkan kualitas maupun harapan hidup yang dimulai sejak abad ke-17. Sebagai dasar pengetahuan, bahwa penelitian yang dilakukan bukan hanya oleh 1 atau 2 negara besar dunia, tapi dari banyak negara di dunia. Selain itu, dasar-dasar dilakukannya penelitian juga terikat pada aturan seragam yang cukup ketat, sehingga meminimalisir kemungkinan kesalahan ataupun manipulasi dalam prosesnya. Hal lain adalah keputusan akan suatu kebijakan tentunya didasarkan pada mayoritas hasil penelitian pendukung yang cukup jumlahnya dan dapat diterima dasar penelitiannya. Intinya prosesnya tidak sederhana.

Vaksinasi pada anak mengapa perlu dilakukan. Salah satu poin utama adalah bahwa diantara banyaknya mikroorganisme di sekitar kita, anak-anak berada dalam kondisi yang cukup rentan, rawan mengalami sakit. Penyebabnya adalah di usia yang masih muda maka sistem imunitas anak terutama bayi dan balita belum cukup matang untuk dapat melindungi tubuh dalam menghadapi berbagai mikroorganisme yang dapat menyebabkan sakit.

Upaya mengurangi kekerapan anak sakit tentunya menyebabkan kemungkinan paparan pada anak/orang lain yang rentan terkena penyakit menjadi semakin berkurang. Keputusan memberikan vaksinasi pada anak bukan hanya perkara pribadi namun juga berkaitan dengan masyarakat/orang lain yang turut terimbas dengan penularan, yang bisa berakibat lebih buruk dibandingkan yang menularkan. Seorang anak yang tidak vaksinasi dan terkena penyakit yang dapat dihindari dengan vaksinasi- bisa jadi tidak bergejala dan tidak memberikan dampak pada anak tersebut. Namun demikian, anak/orang lain yang kontak dan mempunyai sistem kekebalan tubuh yang kurang optimal/sedang menurun dapat menyebabkan timbulnya penyakit baik ringan maupun berat.

Selain itu kekebalan yang terbentuk dari banyak pribadi dalam sebuah komunitas/kelompok pada jumlah tertentu (70-90%) akan memberikan perlindungan tidak langsung bagi orang lain yang berada dalam kelompok tersebut, inilah yang disebut dengan ‘herd immunity’ atau kekebalan kelompok. Konsep ini menekankan bahwa apabila sebagian besar penduduk diimunisasi, akan menurunkan jumlah keseluruhan virus yang dapat menyebar ke seluruh populasi. hal ini sangat membantu memastikan bahwa kelompok-kelompok yang rentan yang tidak dapat diimunisasi dalam kondisi tetap aman. Tercapainya kekebalan kelompok dengan vaksin yang aman dan efektif, membuat penyakit jarang terjadi, dapat menyelamatkan nyawa maupun tingkat keparahan penyakit.

Mari kita tingkatkan pemahaman, kemudian ambil keputusan terbaik bukan hanya untuk diri kita sendiri dan keluarga, namun  juga memperhatikan kepentingan orang lain dan masyarakat sekitar kita.

 

Sumber:

https://www.who.int/health-topics/vaccines-and-immunization

https://www.cdc.gov/vaccines/parents

https://www.immune.org.nz/vaccines/vaccine-development/brief-history-vaccination

https://beranisehat.com/infografis-sejarah-penemuan-vaksin/

https://mtalvernia.sg/maternity/education/how-your-childs-immune-system-is-formed/

https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa/qa-lockdown-and-herd-immunity